Aku mulai mengenal MBTI sekitar tahun 2017 an dan masih hanya sebatas tahu ada salah satu tes psikologi yg pengelompokkannya lumayan banyak, yakni ada 16 tipe MBTI (cuma tes di internet buat iseng aja, dan masih belum tertarik).
Mengenai sejarah dibentuknya MBTI berawal dari Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers (putrinya) yg terinspirasi meneliti teori kepribadian ketika bertemu calon suami Isabel yakni Clarence Myers yg memiliki cara berbeda dalam memandang dunia. Kemudian pada 1923 Briggs dan Myers membaca buku terjemahan dari Om Carl Jung yg berjudul Psychological Types yg terbit pada 1921. Tante2 ini menemukan kesamaan ide kemudian meneliti lebih lanjut mengenai teori kepribadian.
Hal yg juga menjadi latar belakang dibuatnya teori MBTI adalah adanya Perang Dunia II. Tante Myers percaya bahwa jika orang memahami satu sama lain dengan lebih baik, mereka bisa bekerja sama dan konflik akan berkurang. Tante Myers menghabiskan 20 tahun berikutnya untuk mengembangkan pertanyaan dan memvalidasi instrumen dan teori. Untuk pertama kalinya MBTI diterbitkan pada tahun 1962. Perusahaan Myers-Briggs telah menerbitkan, meneliti dan memperbarui instrumen MBTI semenjak 1975. Ada artikel mengenai sejarah MBTI, bisa dibaca disini yaa https://eu-themyersbriggs-com.translate.goog/en/tools/MBTI/Myers-Briggs-history?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Semakin didalami, ternyata hal ini makin menarik, aku melakukan beberapa kali tes di beberapa website seperti :
- https://satupersen.net/quiz/tes-kepribadian-mbti/start (bahasa Indonesia)
- www.animolife.id (bahasa Indonesia)
- https://sakinorva.net/functions?lang=id (ada bahasa Indonesia)
- keys2cognition.com (bahasa Inggris)
- mistypeinvestigator.com (bahasa Inggris)
Mulai mendalami lagi pada tahun 2020-2021 karena aku pernah beberapa kali ke psikolog jadi disuruh mengisi tes ini. Aku mendapatkan hasil ISFJ.
Pertama kali tertarik mengenai teori kepribadian awalnya emang buat have fun aja, engga terlalu "percaya" sama apa yg disampaikan. Kemudian aku merasa kalau sejak kecil kepribadianku emang "berbeda" dan lebih sensitif dari manusia lainnya. Saat kami memandang suatu masalah, kenapa orang lain memandang dunia dengan "biasa aja" kenapa di aku malah jadi "emosional" dan kadang sampai bikin "nangis". Orang lain engga ngerasain tapi kenapa aku ngerasain hal yg sesakit ini. Berawal dari hal ini, aku terus mencari ke dalam diri "sebenernya aku kenapa sih?" ini pertanyaan yg selalu kutanyakan ke diri sendiri. Bukan bermaksud mental block, tapi belajar teori kepribadian amat sangat membantuku dalam proses memahami diri sendiri dan orang lain. Aku jadi lebih bisa menerima emosiku sendiri, dan jika ada manusia lain yg merasakan apa yg engga aku rasakan, sedikit banyak aku bisa relate, aku bisa berempati sama apa yg mereka rasain.
Menurut Om Carl Jung, sebenarnya tidak ada manusia yang 100% introvert ataupun ekstrovert, setiap manusia memiliki sisi introvert dan ekstrovertnya masing2. Mengenai ambivert, teori ini dicetuskan oleh Kimball Young pada 1927, namun biasanya ambivert pun memiliki kecenderungan ke salah satunya.
Melakukan tes2 online tanpa bantuan profesional dapat menyebabkan Barnum Effect yakni fenomena psikologis saat kita menganggap suatu deskripsi akurat, seolah deskripsi itu hanya dibuat untuk kita, padahal deskripsi tersebut umum dan berlaku untuk semua orang. Kuisioner MBTI online tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai kepribadian asli seseorang, karena manusia adalah makhluk kompleks yg amat terbatas jika hanya dideskripsikan hanya dengan 16 tipe. Akan selalu ada mood, kesalahpahaman memahami konteks, beban mental yang mungkin mempengaruhi saat menjalani tes.
Karena sepenasaran itu sama MBTI, aku coba cari tahu lebih dalam lewat buku yg ditulis oleh Cut Vivia Talitha yg berjudul Confidence in You, Berani Percaya Diri dengan Memahami MBTI. Ini bukunya keren abis, bener2 dibreakdown satu2 mengenai keempat fungsi yakni fungsi dominan, fungsi auxiliary, fungsi tertiary dan fungsi inferior. Dalam buku ini juga dijelasakan bahwa MBTI hanya menentukan perbedaan cara otak mempersepsi (perceiving) dan menilai (judging) suatu informasi, bukan menentukan output kepribadian atau kesuksesan (hal 49). Dalam buku tersebut juga dijelaskan contoh2 mengenai pola pikir dari beberapa fungsi kognitif.
MBTI bukan mencerminkan kepribadian, tapi mencerminkan proses mental yg berhubungan dengan neurosains. Fokus pembahasannya adalah mengenai dominasi fungsi otak, bukan tentang kepribadian yg bersifat dinamis. Dengan mempelajari MBTI, kita dapat memaksimalkan fungsi dominan yg kita miliki yg menjadi preferensi utama. Dalam fase perkembangan ini seseorang bisa mengembangkan fungsi kognitifnya lebih cepat atau gagal memaksimalkannya akibat kurangnya self awarness. Tingkat self awarness benar-benar personal yg dipengaruhi oleh pengalaman hidup, pola pikir, trauma, budaya dan lingkungan sosial. Ketidakmampuan untuk mengembangkan fungsi ini dapat membuat seseorang memanjakan fungsi dominannya.
Sebagai contoh, jika aku mengasumsikan diriku sebagai ISFJ, maka urutan fungsiku adalah Si Fe Ti Ne (ada daftarnya di buku Confidence in You hal 49). Fungsi primerku adalah Si Fe (Si dominan dan Fe auxiliary). Si adalah Introverted Sensing yg menangani segala pengalaman, data, informasi dan aspek memori yg berasal dari pengindraan. Aku tanpa effort selalu bisa mengingat tanggal ulang tahun orang lain saat membaca atau mereka memberitahuku secara langsung, seperti ultahnya sahabat, ultahnya idol2, ultahnya orang2 yg sering berinteraksi denganku, jadi kalau aku lagi engga sengaja lihat tanggal yg bersangkutan, otak aku kyk auto mikir "keknya hari ini ada yg ultah deh". Ada lagi, saat melihat ruangan berantakan aku selalu merasa ingin merapikannya, soalnya kalo liat berantakan bikin pusing. Dampak buruk yg aku rasakan dari Si ku ini adalah saat orang lain memperlakukan aku dengan buruk (entah sengaja maupun tidak), dampaknya kejadian tersebut akan membekas di otakku dan membuat trauma bahkan depresi. Akibatnya, aku membutuhkan waktu lama untuk bisa berdamai dengan suatu kejadian yg kuanggap buruk. Karena itu, setelah mengetahui hal ini, aku ingin lebih mendalami lagi mengenai bagaimana pola pikirku sendiri, agar tidak terlarut dalam sisi Si ku yg mudah mengingat informasi negatif.
Si bisa sangat teliti terhadap segala hal yg diamati menggunakan indranya. Aku juga merasa aku selalu bisa "melihat dan menyadari" hal2 kecil yg kadang orang lain tidak melihatnya. Sebagai contoh, sering kudengar dari orang2 bahwa aku "pintar", mungkin karena fungsi Si ku yg baik dalam mengingat sehingga setiap materi pelajaran akan membekas di otakku dan membuat aku mengingatnya (mungkin ini juga yg membuat hafalanku kuat dari pada hitungan, aku sangat suka pelajaran seperti Biologi, Sejarah, Bahasa Indonesia). Ada lagi, dulu semasa remaja aku selalu merasa mual, pusing dan mengantuk saat mengunjungi tempat ramai seperti pasar, supermarket, daerah wisata yg banyak pengunjung, hingga pada saat kuliah aku mencoba mengatasi hal tersebut, cara yg aku lakukan adalah aku memikirkan hal yang aku beli, memikirkan hal yg aku tuju, jadi kalau pergi ke pasar meskipun mata aku ngelihatin lalu lalang orang banyak, tapi pikiran aku fokus ke hal apa yg ingin aku beli. Sempat juga aku mager banget kalo keluar karena ngeliatin sesuatu yg rame aja bisa bikin mual dan pusing.
Selain membawa sisi positif mengenai Si ini, terkadang hal tersebut membuatku merasa dunia terlalu riuh dan menyesakkan, sehingga aku belajar untuk mengambil fokus untuk menangani hal yang bisa aku kendalikan seperti caraku mengatasi keramaian tersebut.
Kemudian fungsi auxiliaryku adalah Fe yakni Ekstroverted Feeling yg berkutat menangani aspek simpati dan etika, fungsi ini berperan penting dalam membentuk keramahan (humble). Ini bener banget wkwkwk aku selalu ngerasa bahwa siapapun orangnya pantas diperlakukan dengan baik dan santun. Ada salah satu teman SMA yang menganggap aku ekstrovert karena aku suka "bersosialisasi", lalu aku baru ngeh setelah baca bukunya Vivia itu, mungkin saja yg membuat diriku bisa ramah tamah sama manusia lain adalah fungsi Fe ku. Fungsi tersebut membuatku lebih bisa memahami emosi orang lain.
Dalam buku tersebut juga dijelaskan mengenai fungsi kognitif yg harus diimbangi dengan fungsi kebalikannya. Si dominan yg kumiliki harus kuseimbangkan dengan Se (Ekstroverted Sensing) yg berfungsi untuk mengobservasi informasi sensorik dari tubuh dan lingkungan sekitar. Aku perlu "menikmati hidup" yg seperti tanpa beban karena fungsi dominanku Si. Dulu waktu belum belajar cara mengatasinya, aku selalu bersikap ambisius yg cenderung perfeksionis, hal ini sebenernya membuat tubuhku lelah, tapi otakku terus memacu untuk "menjadi sempurna". Seperti pengalaman yg sudah aku tuliskan di blog ini yg berjudul The Dunning Kruger Effect, bisa saja karena fungsi Si ku yg dominan, aku jadi " mengabaikan" allert tubuhku yg sudah mengantuk untuk terus ngerjain PPT, jadilah karena fungsi Si ku tidak kugunakan dengan optimal, makanya jadi ada misskom di otakku. Setelah belajar cara mengatasinya, aku mencoba untuk fokus pada hal yg bisa ku kendalikan, mindfullness serta mengurangi keinginan untuk sempurna. Selain itu, caraku untuk menyeimbangkan fungsi Si dominan dengan Se adalah bersikap "bodo amat" atas hal2 yg tidak penting. Awalnya sulit, sungguh sulit, fungsi Si dominan yg membuatku melihat sesuatu dengan detail (yg berarti dunia di mataku terlihat sangat kompleks) membuat semua hal perlu aku perhatikan, hal ini membuat lelah mental dan fisik. Namun, perlahan atas bantuan Allah yg sudah mengirimkan orang2 baik yg membantuku mengenali pola pikirku, aku pelan-pelan belajar untuk memfokuskan otakku, dan belajar cara hidup santai dengan memilih hal2 penting bagiku saja yg harus kuperhatikan (menyusun prioritas) dan membiarkan hal yg lain "berantakan" apa adanya. Dengan belajar cara ini, pikiran aku jadi lebih tenang dan lebih bisa mengapresiasi atas sesuatu yg sudah aku lakukan.
Jadi keempat fungsi kita perlu kita seimbangkan dengan fungsi kebalikannya yaa, sehingga ini yg membuat MBTI jadi lebih menarik.
Sebenernya mau ngebreakdown semua fungsi, tapi di kesempatan ini cukup fungsi primer sama kebalikannya aja yaa. Terimakasih sudah membaca☺
Note :
Aku beli buku Confidence in You di Google Play Book yaa, jadi bisa dibawa kemana-mana kalau lagi pingin baca tanpa makan banyak tempat.
Karena tertarik, aku coba beli e-book dari Animo Life yg ISFJ. Kompleks banget pembahasannya dan keren abis, bisa buat salah satu cara buat mengembangkan diri.
Komentar
Posting Komentar